Pemberian ASI Mempengaruhi Kebiasaan Makan Anak di Masa Depan

Apakah Anda tahu bahwa ternyata pola makan anak sudah terbentuk dari bayi masih ada di dalam kandungan, dan berlanjut ketika anak yang baru lahir diberikan ASI oleh ibunya? Pemberian ASI tidak hanya baik untuk sistem pencernaan anak karena mudah dicerna oleh tubuh, namun juga bisa membuat anak tidak memilih-milih makanan dan membangun pola makan yang baik. Tetapi tetap saja hal ini tergantung dengan pola makan ibu ketika hamil dan menyusui si kecil. Lalu bagaimana pemberian ASI dapat membentuk pola makan yang baik dan sehat pada anak?

Bagaimana proses terbentuknya kebiasaan makan anak?

Perilaku makan atau pola makan merupakan kebiasaan makan yang terbentuk sejak lahir, bahkan saat masih di dalam kandungan, yang kemudian dilakukan oleh anak hingga anak tersebut dewasa. Dalam satu tahun pertama setelah kelahiran, anak akan tumbuh dan berkembang dengan cepat serta melakukan berbagai perubahan. Salah satu perkembangan yang didapatkan dari satu tahun pertama ini adalah membentuk pola dan kebiasaan si anak.

Kebiasaan makan anak akan sangat tergantung dengan kebiasaan makan orangtua, apalagi ibu. Saat dalam kandungan saja, anak sudah merasakan berbagai rasa dari makanan yang ibunya konsumsi dan hal ini akan menjadi cikal bakal dari kebiasaan makan anak kelak. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa makanan yang dikonsumsi ibu ketika hamil dapat mempengaruhi rasa dari air ketuban ibu yang kemudian membentuk persepsi terhadap rasa pada janin.

Kebiasaan makan anak akan semakin terbentuk ketika ia lahir dan diberikan ASI oleh ibunya. Hal ini dibuktikan dengan beberapa penelitian yang dilakukan pada anak yang picky eater atau anak yang terlalu pemilih terhadap makanan. Salah satu penelitian menyebutkan bahwa anak yang sudah diberikan makanan pendamping ASI atau makanan lembut pada usia kurang dari 6 bulan mempunyai peluang 2,5 kali lebih besar memiliki kebiasaan makan yang buruk, seperti terlalu memilih-milih makanan. Penelitian lain yang dilaksanakan pada tahun 2005 juga menyatakan hal yang sama yaitu anak yang tidak diberikan ASI, cenderung memiliki kebiasaan makan yang kurang baik, seperti tidak suka sayur dan beberapa sumber bahan makanan yang penting untuk tumbuh kembangnya.

ASI membentuk berbagai rasa pada anak

Setiap anak yang baru lahir, sebenarnya sudah mengetahui rasa manis dan menyukainya. Makan atau minum sesuatu yang baru dapat menambah pengetahuan akan rasa pada anak. Namun, anak yang baru lahir tentu saja lebih baik diberikan ASI oleh ibunya, dan dari ASI inilah bayi merasakan berbagai rasa baru yang belum pernah ia coba sebelumnya.

Contohnya, ada sebuah penelitian yang melihat perbedaan ibu yang sedang menyusui kemudian meminum jus wortel dibandingkan dengan ibu menyusui yang hanya meminum air putih biasa. Hasilnya, diketahui bahwa bayi yang disusui oleh ibu yang mengonsumsi jus wortel bisa dikatakan bahwa anak tersebut telah merasakan rasa wortel yang sebenarnya. Penelitian lain yang dilakukan di Amerika selama 8 tahun, melihat faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kebiasaan serta pola makan anak. Pada penelitian ini menemukan kelompok anak usia sekolah yang suka makan sayur dan buah diketahui bahwa sebagian besarnya mendapatkan ASI eksklusif ketika bayi, dibandingkan dengan anak yang tidak suka dengan buah dan sayur.

Bayi yang diberi ASI eksklusif cenderung lebih suka sayur dan buah saat dewasa

Tidak seperti susu formula, ASI memiliki berbagai rasa karena dipengaruhi oleh asupan serta makanan yang dikonsumsi ibu yang sedang menyusui. Rasa pada ASI adalah pengalaman pengenalan rasa pada bayi yang kemudian akan membentuk kebiasaan makan bayi hingga ia menjadi dewasa. Variasi rasa yang dimiliki ASI membantu anak untuk kenal bermacam-macam rasa dari usia dini, sehingga ketika mulai tumbuh dewasa ia sudah tau rasa ini dan kemudian cenderung membuat anak tidak memilih-milih makanan yang ada.

Anak biasanya sangat susah untuk makan sayur dan buah, padahal makanan tersebut merupakan sumber utama dari vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya. Saat ibu yang menyusui mengonsumsi berbagai buah dan sayur, maka anak akan ikut menyicipi rasa buah dan sayur yang dimakan ibu. Sehingga, ketika anak tersebut tumbuh besar, ia tidak akan lagi kaget dan tidak suka dengan rasa buah-buahan dan sayuran karena telah mencicipinya sejak ia masih kecil. Oleh karena itu, anak yang diberikan ASI eksklusif cenderung tidak susah makan karena hanya ingin mengonsumsi makanan tertentu saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.